Jelutung untuk Ekonomi Batin Sembilan

0
340

Manajemen Hutan Harapan menggali potensi dan mengembangkan jaringan pasar hasil hutan bukan kayu (HHBK). Salah satunya, getah jelutung. Ada dua jenis  jelutung di kawasan hutan dataran rendah, yakni jelutung darat  (Dyera costulata) dan jelutung rawa (Dyera pholypylla syn Dyera lowii).

Pohon jelutung berbentuk silindris dengan tinggi mencapai 50 meter. Diameter batang bisa mencapai 150 sentimeter. Jelutung berbunga dua kali setahun. Bunganya berwarna putih dan buahnya berbentuk polong. Apabila sudah matang, buahnya pecah untuk menyebarkan biji-biji berukuran kecil dan bersayap di sekitarnya.

Dari survei yang dilakukan oleh Tim Agroforestry Hutan Harapan, setidaknya teridentifikasi 5 keluarga Batin Sembilan yang biasa memanen getah jelutung. Mereka memanen dari 32 pohon. Seperti karet, pohon jelutung juga disadap untuk mendapatkan getahnya.

Dalam sehari, satu keluarga bisa mengumpulkan 10 kilogram getah karet. “Dulu ada toke dari luar yang datang membeli dan memesan getah jelutung. Harganya kadang lebih baik dari getah karet, Rp 8.000 per kilogram,” ujar Rusman, tokoh Batin Sembilan Sungai Kelompang.

Walau harganya bagus, kata Rusman, belakangan toke yang biasa menampung tidak lagi membeli getah jelutung mereka. Padahal, dari 5 keluarga pemanen jelutung itu bisa terkumpul sekitar 1 ton getah jelutung per bulan.

Direktur Operasional PT Restorasi Ekosistem Indonesia (Reki) Lisman Sumardjani mengatakan bahwa potensi getah jelutung di Hutan Harapan terbilang besar. Bahkan, PT Reki siap menyuplai getah jelutung rutin 1 ton per bulan bila ada pembeli yang berminat.

Apalagi, di Hutan Harapan kini sedang dikembangkan agroforestry bersama masyarakat yang telah menjalin kemitraan pengelolaan kawasan hutan dengan PT Reki. Untuk mengedukasi masyarakat, dikembangkan 6 demplot agroforestry dengan luas masing-masing 1-2 hektar.

Kebun campur ini juga ditanami jelutung selain karet, melinjo, jengkol, petai, buah-buahan dan berbagai jenis kayu seperti  gaharu, pulai, jabon, meranti bunga, dan pinang. Sebanyak 31.000 lebih bibit karet dan kayu serta 2.000 bibit buah-buahan dan tanaman pekarangan didistribusi untuk pengembangan agroforestry.

Tidak hanya itu, setiap tahun dilakukan “perburuan” biji jelutung pada pohon-pohon induk di Hutan Harapan untuk disemai. Dari pengumpulan pada akhir Februari hingga awal Maret 2018 saja, sudah disemai sebanyak 1.800 biji jelutung di Persemaian Sungai Beruang milik PT Reki.

Pohon jelutung adalah penghasil getah atau karet yang antara lain sebagai bahan baku permen karet, ban, pernis, pelapis anti bocor dan isolator. Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, pohon jelutung diekspor ke Singapur dan Jepang.

Pengembangan potensi dan jaringan pemasaran akan membantu memulihkan ekosistem Hutan Harapan dan meningkatkan ekonomi masyarakat di dalam dan sekitarnya.

Penulis: Joni Rizal dan Ardi Wijaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here