Restoring Indonesia's Forest
for Future Needs

Restorasi Hutan

Departemen Restorasi Hutan bertanggung jawab terhadap seluruh aspek perencanaan, pengesahan, dan pelaporan kegiatan restorasi ekosistem, termasuk di dalamnya kegiatan perencanaan hutan, inventarisasi flora dan fauna, pengamanan hutan dan pengendalian kebakaran, serta perpetaan hutan. Restorasi Hutan juga memberikan bimbingan kepada staf di bawahnya dalam tugas sehari-hari di bidang pembinaan hutan serta pengamanan hutan dan pengendalian kebakaran. Departemen ini juga menangani tata usaha pembinaan hutan.

Berdasarkan Rencana Kerja Usaha  (RKU) 2011-2020, Departemen Restorasi Hutan dibagi menjadi dua bagian, yakni Bagian Pembinaan Hutan dan Bagian Perencanaan Pengelolaan Hutan. Bagian Pembinaan Hutan bertugas melaksanakan pengadaan bibit dan pemeliharaan persemaian; penanaman pohon niagawi lokal pada areal-areal yang tidak produktif termasuk sulaman pohon; pengayaan dan rehabilitasi pohon pada areal yang kurang produktif; monitoring/evaluasi kegiatan restorasi ekosistem; dan menyusun rencana kerja dan biaya bulanan.  

Bagian Perencanaan Pengelolaan Hutan bertugas melaksanakan kegiatan perencanaan, inventarisasi hutan termasuk risalah, dan perpetaan hutan; menyusun rencana kerja dan biaya bulanan. Semua pekerjaan dilaporkan secara periodik, meliputi rencana, realisasi fisik dan biaya dalam periode tertentu.

Tata Batas
Termasuk ke dalam tugas Departemen Restorasi Hutan adalah melakukan penataan batas areal konsesi pada 2015. Pelaksanaan tata batas ini bekerjasama dengan PT AAS dan PT SBB yang berbatasan langsung dengan Hutan Harapan.  

Laporan tata batas Hutan Harapan wilayah Jambi disahkan pada 6 Januari 2016, dan diajukan penetapan arealnya melalui surat  Nomor 010/REKI-JB/II/2016 tanggal 9 Pebruari 2016.  Laporan tata batas wilayah Sumsel disahkan pada 20 April 2016 dan sudah diajukan penetapannya melalui surat Nomor  050/REKI-SS/V/2016 tanggal 25 Mei 2016.

Pemetaan Penggarap
Bagian Pemetaan di Departemen Restorasi Hutan juga melakukan pemetaan di wilayah areal hutan yang digarap kelompok masyarakat, baik lokal maupun pendatang (migran).

Identifikasi Flora dan Fauna
Bagian Restorasi Hutan juga telah melakukan indentifikasi potensi flora dan fauna Hutan Harapan. Secara rinci tentang ini tergambar di bagian Riset dan Konservasi.

Flora dan Fauna Hutan Harapan, 2016

Kelompok               Hutan Harapan Sumatera Persen
Burung   307 626   49
Mamalia 64   194   33
Ikan   123   589  21
Tumbuhan   446   820   54
Reptil        71   240   30
Amphibi   55  117   47

 

Identifikasi Berdasarkan Tahun

 

 

 

 

 

 

 

 

Rencana Kerja Tahunan
Bagian Perencanaan membuat Rencana Kerja Tahunan (RKT) sebagai pedoma kerja. RKT setiap tahunnya disahkan oleh pemerintah, dimulai dari usulan bagan kerja tahunan, melengkapi peta penafsiran citra satelite, hingga ke pengesahan oleh Kepala Dinas Kehutanan.

Restorasi Pembinaan Hutan dilakukan melalui kegiatan penataan blok kerja, pengadaan persemaian, inventarisasi potensi, pengadaan bibit sendiri dan pembibitan melibatkan masyarakat (community nursery),  percepatan permudaan alami, pengayaan dan penanaman beragam jenis pohon.

Sejak mendapatkan izin dari Menteri Kehutanan RI untuk wilayah Provinsi Jambi pada 2010, manajemen Hutan Harapan menanam sebanyak 1.242.965 batang pohon pada areal seluas 1.907 hektare (laporan 2015). Sedangkan untuk wilayah Sumsel, yang mendapat izin Menhut RI pada 2007, penanaman sudah dilakukan sebanyak 2.628 batang di lokasi seluas 250 hektare. Penanaman dilakukan berdasarkan RKT yang mengacu kepada rencana kegiatan usaha (RKU) jangka panjang.

Lokasi penanaman meliputi blok-blok kerja dan kiri kanan jalan utama. Di antara blok-blok kerja tersebut termasuk kawasan yang rusak karena perambahan dan pembakaran oleh masyarakat. Jenis pohon yang ditanam sangat beragam dan semuanya berasal dari jenis asli Hutan Harapan, seperti keruing, meranti, bulian, gaharu, dan jelutung.(*)

 

Join Initiative of

Supported by