Restoring Indonesia's Forest
for Future Needs

Perlindungan Hutan

Konsentrasi terbesar pekerjaan restorasi ekosistem di Hutan Harapan adalah pada perlindungan hutan di bawah Departemen Perlindungan Hutan. Lebih dari 100 staf diberdayakan di departemen ini, meliputi tugas-tugas pengamanan, patroli, pemadaman kebakaran, anti perburuan hewan liar (anti poaching), dan anti illegal logging.

Dalam bertugas, departemen ini bekerja sama dengan instansi-instansi pengamanan lainnya, seperti Polri, TNI, dan Satuan Polisi Reaksi Cepat (Sporc) Kehutanan serta instansi terkait pemadam kebakaran, seperti Manggala Agni dan Posko Karhutla Provinsi Jambi.

Untuk pembinaan dan pengetahuan tenaga pengamanan, manajemen melakukan kegiatan latihan penyegaran, latihan dasar satpam dan damkar dan pembinaan ketrampilan lainnya. Tugas departemen ini secara lebih luas juga mendeteksi gangguan hama dan penyakit, gangguan konservasi tanah dan air serta gangguan lainnya.

Dalam upaya preventif, kegiatan yang dilakukan adalah pemasangan papan larangan/peringatan baik di sepanjang batas konsesi, daerah-daerah yang intensitas lalu lintas masyarakatnya tinggi serta daerah sempadan sungai.

Patroli Rutin
Pengamanan dilakukan oleh sejumlah tim Satuan Pengamanan secara rutin. Satuan tinggal di pos dan melakukan patroli berjalan dengan kendaraan bermotor dan mobil. Untuk kepentingan ini, di dalam kawasan Hutan Harapan dibangun sejumlah pos dan pondok satuan pengamanan.
 
Patroli Bersama
Pengamanan bersama tim gabungan (satuan internal, Sporc dan Brimob), juga dilakukan secara rutin dan periodik. Satuan melakukan patroli berjalan dengan kendaraan motor dan mobil; mengimbau dan mengingatkan masyarakat yang melakukan kegiatan ilegal di dalam Hutan Harapan.

Peringatan dan Tindakan Hukum
Tim perlindungan hutan memasang sejumlah peringatan dan larangan membuka lahan hutan dan melakukan illegal logging serta tindakan melanggar hukum lainnya di kawasan Hutan Harapan.  Bila ditemukan pelanggar, tim akan terlebih dulu memberikan surat himbauan atau meminta surat pernyataan  untuk tidak mengulang tindakannya. Tindakan lebih dari itu adalah tindakan hukum, yang dilakukan Departemen Linhut bekerja sama dengan aparat keamanan negara.

Operasi Gabungan
Dalam beberapa kesempatan, satuan pengamanan internal Hutan Harapan bersama satuan pengaman berbagai instansi melalukan operasi gabungan penindakan perambah dan pelaku illegal logging. Operasi ini harus dilakukan untuk menghadapi gencarnya tekanan perambahan Hutan Harapan sebagai hutan negara yang izin konsesinya dipegang oleh PT Restorasi Ekosistem Indonesisa.

Pemadaman Kebakaran
Berangkat dari pengalaman kemarau 2015, Satuan Pedaman Kebakaran Hutan Harapan ini melakukan siaga ini.  Persapan dini ini didukung teknologi Geographic Information System (GIS)  dengan support data dan informasi dari satelit NASA milik Amerika Serikat dan lainnya.

Setiap kali citra satelit memantau titik panas dalam kawasan Hutan Harapan, NASA langsung mengirimkan early alert untuk dianalisa oleh tim GIS, diolah, lalu dilaporkan ke tim Damkar. Dengan data tersebut, personel damkar bisa langsung bergerak cepat menemukan titik panas dan melakukan pemadaman.

Dengan sekitar 50 personel yang terlatih –dilatih oleh instruktur Manggali Agni Provinsi Jambi dan Provinsi Sumsel— tim damkar didukung sejumlah peralatan canggih.  Di antaranya, lima unit mesin pompa air Mark-3 Wildfire 27 kg yang mampu menyemprotkan air dengan 14 cabang selang masing-masing sepanjang 40 meter secara bersamaan.

Ada pula lima unit mesin pompa Mini Striker 9 kg yang mampu menyemprotkan air dengan selang sepanjang 30 meter dengan lima cabang secara bersamaan.Tersedia juga dua unit mesin pompa CET 20hp PFP 86 kg yang juga mampu menyemprotkan air dengan kapasitas dan jangkauan yang lebih jauh.(*)

Join Initiative of

Supported by