Restoring Indonesia's Forest
for Future Needs

Pengembangan Riset dan Konservasi

Riset atau penelitian di Hutan Harapan berada di bawah Departemen Riset, yang meliputi beberapa kegiatan. Sebagian riset dilakukan bekerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga-lembaga swadaya masyarakat dan kajian nasional dan internasional, seperti US Fish and Wildlife Service, Zoolocigal Society of London (ZSL), dan University of Goettingen dalam wadah Collaboration Reseach Center (CRC) bersama beberapa perguruan tinggi di Indonesia, seperti Institut Pertanian Bogor dan Universitas Jambi.

Hutan Harapan merupakan lokasi utama penelitian dan perkuliahan Fakultas Kehutanan Universitas Jambi. Tim riset Hutan Harapan juga melakukan pendampingan terhadap periset-periset dari berbagai lembaga dan negara, termasuk dalam penelitian burung, mamalia, amfibi, ikan, potensi bambu, dan lain sebagainya.

Analisa Pertumbuhan Vegetasi
Analisa pertumbuhan vegetasi pada peta ukur permanen (PUP) dilakukan untuk mengetahui individu dan famili dominan. Menurut Johnson dan Gillman (1995), famili dominan dari suatu vegetasi memiliki persentase >20 persen dari total jenis yang ada.  

Pengamatan Laju Erosi
Pemantauan erosi dilakukan dengan metode plot erosi yang dilakukan di tiga lokasi berbeda. Pemantauan dilakukan rutin enam bulan sekali dan diharapkan nilai erosi tidak mengalami peningkatan pada setiap pengamatannya. Dengan mendapatkan nilai erosi yang rendah dan masih di bawah ambang batas, maka konservasi tanah dan air pada lokasi ini belum perlu dilakukan, hanya akan dilakukan penyisipan apabila terjadi peningkatan erosi pada pemantauan selanjutnya.

Pengamatan Curah Hujan
Pemantauan curah hujan dilakukan dengan membangun stasiun pengamat curah hujan dan memasang ombrometer, altimeter, thermometer dan sebagainya. Salah satu alat pantau curah hujan otomatis dipasang di lokasi persemaian Bato. Dari pemantauan Januari-Juni 2015, curah hujan tertinggi terjadi pada April, yakni hingga 166,5 mm/bulan. Sedangkan curah hujan terkecil terjadi pada Mei (1,6 mm/bulan).

Pemantauan Fauna
Pemantauan fauna dilakukan secara rutin untuk mengetahui perkembangan terakhir data fauna di Hutan Harapan. Tim riset telah mengidentifikasi jenis-jenis fauna, termasuk yang terancam punah (endangered). Pemantauan dilakukan pula dengan memasang camera trap. Pada pemantauan harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) ditemukan sebanyak 24 individu berada dalam kawasan Hutan Harapan.

Pemantauan penting akhir-akhir ini yang dilakukan tim riset Hutan Harapan adalah survei gajah. Survei dilakukan dua kali pada Oktober dan November 2015, dengan metode pet occupancy, yakni menjelajahi grid cell yang telah ditentukan. Tanda-tanda keberadaan gajah, seperti kotoran (feses), sisa pakan, bekas gesekan, dll diambil sampelnya dan dicatat.

Pembukaan perkebunan dan hutan tanaman industri oleh perusahaan dalam skala besar yang bertetangga dengan Hutan Harapan membuat wilayah jelajah gajah menyempit. Hutan Harapan kini menjadi kawasan terpenting untuk jelajah dan keberlangsungan hidup gajah sumatera di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan.
 
Ground Check
Ground chek yang dilakukan terhadap lokasi yang mengalami kerusakan atau kebakaran. Data ground check tim riset diperlukan untuk mendapatkan kondisi tanah dan hutan pasca perusakan dan kebakaran.

Survei Potensi
Survei potensi dilakukan untuk mengetahui potensi kayu atau pohon di Hutan Harapan. Survei dilakukan secara reguler di blok-blok dan plot berbeda.  Dalam setiap tingkatan, ada jenis-jenis pohon yang mendominasi. Untuk tingkat semai, jeni-jenis yang mendominasi adalah Bellucia pentamera, Croton argyratus, Koompassia malaccensis, dan jenis yang tidak diketahui (NA). Pada tingkat pancang didominasi oleh jenis Baccaurea racemosa, Bambusa sp, Bellucia pentamera, Croton argyratus, Gironniera nervosa. Untuk tingkat tiang jenis dominan yaitu Bellucia pentamera, Maccaranga conifera, Acacia mangium, Baccaurea macrocarpa, dan jenis yang tidak diketahui (NA). Terakhir tingkat pohon didominasi oleh jenis Balakata baccata, Endospermum diadenum, Gironniera nervosa, Lithocarpus elegans, dan Koompassia malaccensis.

Survey HHBK
Survei potensi hasil hutan bukan kayu (HHBK) dilakukan sejak lama dan terakhir secara intensif dilakukan terhadap tanaman jelutung di Simpang Macan Dalam (Juni 2015). Survei potensi HHBK dilakukan untuk mengetahui sebaran HHBK dalam wilayah Hutan Harapan. Hasil dari survei potensi menjadi bahan untuk tindak lanjut dalam mengupayakan produksi HHBK. Beberapa HHBK bernilai tinggi di Hutan Harapan adalah, getah jelutung, jernang (buah rotan), manau, rotan, bambu, madu, dan karet.  

Survei Fenologi
Metode yang digunakan dalam survei fenologi adalah metode semi kuantitatif dengan sistem skoring yaitu membagi menjadi dua bagian pengukuran, yaitu struktur reproduksi (bunga dan buah) serta daun. Dari kajian ini dapat diketahui antara lain masa berbunga dan berbuahnya pohon pada suatu musim. Survei ini sangat penting antara lain untuk pembibitan pohon di Hutan Harapan.(*)
 

Join Initiative of

Supported by