Restoring Indonesia's Forest
for Future Needs

Nikmati Sensasi Camping di Hutan Harapan

Anda menyukai sensasi berkemah di alam liar dan bertualang menjelajah hutan? Hutan Harapan yang dikelola oleh PT Restorasi Ekosistem Indonesia adalah jawabannya. Kami menyiapkan beberapa objek ekowisata atraktif untuk memenuhi tuntutan akan petualangan dan wisata alam bebas yang unik dan berkesan.

Camping  Site Yusuf Rimba

Lokasi ini sedang dikembangkan untuk wisata minat khusus, kawasan dengan tutupan hutan yang rapat (sekunder tua) di Sungai Bambu Hitam. Berjarak sekitar 10 kilometer dari Base Camp Hutan Harapan, kawasan ini bisa dicapai dalam waktu sekitar 30 menit perjalanan dengan kendaraan 4WD (Four-Wheel Drive).

Untuk berkemah, area ini mampu menampung 10 orang. Terdapat 10 meja dan bangku berukuran 2,1 x 3 m, yang terbuat dari bambu dan 2 toilet.

Forest trail di kawasan ini berupa jalan setapak yang dibuat selebar 1 meter dan panjang 1 kilometer, melintasi hutan sekunder tua yang baik --didominasi oleh family Dipterocarpacea dan beberapa jenis pohon yang dilindungi dengan status Rentan hingga Terancam Punah berdasarkan IUCN Redlist.

Melintasi jalur ini pengunjung akan melihat beragam jenis pohon, burung, kupu-kupu, capung, dan primata. Kita dapat melihat landscape hutan dari bawah. Selama melintasi jalur ini, pengunjung akan menyeberangi dua sungai dengan melintasi jembatan kayu. Selama kunjungan, pengunjung akan mendapat pengetahuan jenis tumbuhan, satwa, dan manfaatnya bagi manusia.

Yusuf Rimba adalah tempat yang sangat cocok untuk Bird watching. Sedikitnya ada 307 jenis burung yang menggantungkan hidupnya di Hutan Harapan. Bagi pecinta burung, spot ini tentu sangat menarik. Di musim kemarau akan terlihat beragam jenis burung turun mandi. Di antara yang sering dijumpai adalah Srigunting bukit (Dicrurus remifer), Cucak kelabu (Pycnonotus cyaniventris), Enggang khilingan (Anorrhinus galeritus), dan Kangkareng hitam (Anthracoceros malayanus).

Night safari adalah kegiatan lain yang sangat menantang di kawasan ini. Berjalan kaki pada malam hari mengikuti jalur yang telah disediakan akan membuat pengunjung menemukan beberapa spesies yang sulit untuk dilihat pada siang hari.

Adrenalin pengunjung akan dipacu saat menjjelajah hutan di kegelapan malam. Tim berpengalaman akan mendampingi dan memandu selama perjalanan menikmati aroma dan bunyi-bunyian unik makluk hutan.

Beberapa satwa nocturnal menarik, seperti serangga, reptil, amfibi, burung tidur, dan mamalia banyak ditemui di sebuah rawa dan sungai kecil dengan kondisi hutan sekunder tua berjarak 700 meter dari lokasi perkemahan. Night safari dilakukan pukul 20.00-00.00 WIB.

Camping Site Danau Tiung Luput

Camping site ini terletak berdekatan dengan Danau Tiung Luput, berjarak sekitar 1 km dari Base Camp Hutan Harapan. Memanfaatkan areal seluas 1 hektar, kawasan ini dinaungi pohon-pohon besar sehingga pada siang hari tidak terlalu panas. 

Fasilitas ini  awalnya digunakan sebagai camping ground balap sepeda mountainbike bertema Tumble in the Jungle pada 2017. Area ini selanjutnya dikembangkan sebagai lokasi camping bagi anak sekolah, pramuka, mahasiswa, dan masyarakat umum.  

Camping ground ini dipasangi 10  tenda pleton (6x12 meter)  dengan kapasitas 100 orang. Pada masing-masing tenda tersedia 10 velbet (tempat tidur) dan dilengkapi kelambu. Untuk menambah kenyamanan peserta, area perkemahan ini dilengkapi 10 kamar mandi dan 10 toilet.

Forest trail disediakan berupa jalan setapak selebar 1 meter dengan panjang 2 kilometer. Lokasi ini berupa hutan campuran sekunder tua yang masih baik dan belukar muda yang didominasi famili Dipterocarpacea. Beberapa jenis tanaman obat Batin Sembilan, pohon gaharu  dan pohon buah alam ditemukan di area ini.

Jalur ini mengitari Danau Tiung Luput, yang juga dikembangkan untuk menambah pengetahuan pengunjung tentang flora dan fauna Hutan Harapan. Pengunjung dapat melihat secara langsung beberapa jenis pohon, burung, kupu-kupu, capung, primata dan berbagai jenis  jamur.

Dermaga berukuran 6x6 meter dibangun di danau, tempat bersantai sambil mengamati burung dan primata serta menikmati  keindahan danau. Danau ini berada di tengah hutan sekunder campuran dan masih terlihat jenis pohon klimaks berdiameter di atas 60 cm. Teridentifikasi  sedikitnya 25 jenis ikan air tawar dan 20 jenis amfibi di danau ini.***

Penulis: Joni Rizal, Musadat, Dewi Komariah

 

Join Initiative of

Supported by