Restoring Indonesia's Forest
for Future Needs

Kepala Dinas Kunjungi Sekolah Besamo

BUNGKU, HUTAN HARAPAN – Sekolah Besamo Hutan Harapan mendapat kehormatan karena dikunjungi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batanghari  Dra Jamilah beserta rombongan, Kamis (8/9/2016). Kunjungan ke sekolah yang terdaftar sebagai kelas jauh SDN 49 Bungku ini dilakukan untuk melihat langsung proses belajar mengajar dan berdialog dengan manajemen Hutan Harapan. Ikut dalam kunjungan tersebut Kepala SDN 49 Bungku Baihaqi.

Foto bersama di Sekolah Besamo.

Jamilah mengucapkan terima kasih kepada manajemen Hutan Harapan dengan mengadakan kelas jauh yang khusus mendidik anak-anak suku marjinal Batin Sembilan itu. “Saat ini masih ada pihak yang  peduli dengan pendidikan yang lokasinya jauh di pedalaman Kabupaten Batanghari,” ujar Jamilah.  

Menurutnya, kelas jauh Sekolah Besamo ini berbeda dari sekolah formal lainnya dan karena itu harus ada perlakuan khusus bagi murid dan gurunya. Di Kementerian Pendidikan, lanjut dia, ada program dan dana untuk sekolah khusus ini, tetapi belum ada wadah untuk menampungnya. “Ke depan kita akan prioritaskan untuk program kelas jauh ini,” ujarnya.

Kadis Pendidikan juga menambahkan bahwa pihaknya juga akan berdiskusi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Batanghari terkait bantuan fasilitas dan program jangka panjang lainnya untuk Sekolah Besamo. “Namun kami meminta manajemen Hutan Harapan memberikan data riil jumlah murid dan kekurangan fasilitas saat ini,” ungkap Jamilah.

Dialog dengan para murid Sekolah Besamo.

Di akhir kunjungan, Kadis Pendidikan menyampaikan bahwa dalam waktu dekat dinas akan memberikan bantuan berupa seragam sekolah dan peralatan belajar, terutama buku pelajaran. “Bagi anak-anak murid Sekolah Besamo yang memiliki bakat dalam prestasi belajar maupun olahraga, jangan sungkan memberitahu dinas supaya mengikutsertakan pada perlombaan yang diadakan Dinas Pendidikan dan Pemkab Batanghari,” pintanya.

Dalam kunjungan tersebut kadis juga melihat sekolah alam yang merupakan tempat belajar dan mengajar anak-anak Batin Sembilan di alam terbuka. Sekolah alam ini berada di komunitas Suku Batin Sembilan Kelompok Tanding, tidak jauh dari base camp Hutan Harapan.

Foto bersama usai berdialog dengan manajemen Hutan Harapan.

Di Hutan Harapan, kawasan restorasi ekosistem (RE) atau wilayah pemulihan hutan yang dikelola oleh PT Restorasi Ekosistem Indonesia (Reki) di Jambi dan Sumatera Selatan terdapat sekitar 300 keluarga suku Batin Sembilan yang memiliki kearifan dengan hutan. Mereka mengambil hasil hutan bukan kayu (HHBK), seperti rotan, jernang (buah rotan), madu, bambu, getah jelutung dan lain sebagainya.

Selama ini, anak-anak mereka tidak memiliki tempat sekolah. Sejak kehadiran manajemen Hutan Harapan, baru disediakan Sekolah Besamo, yang secara formal terdaftar sebagai kelas jauh SDN 49 Bungku. Seluruh fasilitas dan tenaga pengajar disediakan oleh manajemen Hutan Harapan. Bahkan disediakan kendaraan khusus untuk mengangkut para murid yang tinggal terpencar-pencar, baik untuk berangkat maupun pulang sekolah.

Pada tahun tahun ajaran 2015-2016 jumlah murid tersisa 32 orang, yakni 12 siswa laki laki dan 20 perempuan. Berkurangnya jumlah siswa antara disebabkan oleh kebiasaan warga Batin Sembilan hidup berpindah ke dalam hutan dengan membawa serta anak-anak mereka.

Yang membanggakan pada tahun ajaran ini adalah adanya lima murid yang sudah mengikuti Ujian Nasional 2016 dan lulus dengan nilai yang memuaskan. Dari lima murid yang lulus itu, tiga di antaranya melajutkan ke SMP. Dua siswa masuk ke SMP Asiatik Persada dan satu orang lagi melanjutkan ke Pondok Pesantren Serambi Makkah di Sungai Bahar.(penulis dan foto: Ardi Wijaya/editor: Joni Rizal)

 

Join Initiative of

Supported by